Om Swasti astu

imagesSaraswati adalah sebuah nama suci untuk menyebutkan sosok Dewi Ilmu Pengetahuan. Kata Saraswati berasal dari kata “saras” dan “wati”. Saras memiliki arti mata air, terus menerus atau sesuatu yang terus menerus mengalir. Sedangkan kata wati berarti memiliki. Dengan demikian Saraswati berarti sesuatu yang memiliki atau mempunyai sifat mengalirkan secara terus menerus air kehidupan dan ilmu pengetahuan. Dari arti ini, maka terungkap bahwa Dewi Saraswati yang selama ini lebih dikenal hanya sebagai Dewi ilmu pengetahuan. Ternyata juga merupakan Dewi sungai sebagai sumber Dewi Kehidupan. Itulah sebabnya di India tanah kelahiran Hindu, Saraswati di kenal juga sebagai salah satu nama sungai yang dipandang suci yaitu sungai Saraswati.

Hari Raya Saraswati adalah hari raya untuk memuja Sang Hyang Widhi dalam kekuatannya menciptakan ilmu pengetahuan dan ilmu kesucian. Hari raya ini diperingati setiap enam bulan sekali yaitu pada hari Sabtu Umanis Wuku Watugunung. Tentang penggambaran sosok Dewi Saraswati sebagai seorang wanita cantik tidak terlepas dari theologi Weda yang salah satu diantaranya menggambarkan Tuhan beserta manifestasi-Nya sebagai “Personal Good” (Tuhan Berpribadi). Seperti Dewa Siwa dengan bermata tiga, Brahma dengan kepala empat, juga termasuk Dewi Saraswati dengan wajah cantiknya yang bertangan empat.

Perihal sosok cantik untuk menggambarkan Dewi Saraswati, sesunguhnya mengandung arti simbolis. Bahwa apa yang digambarkan cantik itu pasti menarik, karena Dewi Saraswati adalah Dewi ilmu pengetahuan, maka tentu saja akan membuat umat manusia tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan itu sendiri. Ketertarikan disini jelas bukan dari segi fisik biologis, melainkan harus dilihat etis-religius. Bahwa mempelajari ilmu pengetahuan sebenarnya adalah salah satu bentuk bhakti kita kepada Dewi Saraswati. Tentu saja ilmu pengetahuan yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Ilmu pengetahuan merupakan harta yang tak ternilai harganya, sebab selama manusia itu hidup, ilmu pengetahuan yang dimilikinya tidak akan habis atau berkurang malah akan bertambah terus sesuai dengan kemampuannya menyerap ilmu pengetahuan. Lain halnya dengan harta benda duniawi yang sewaktu-waktu bisa habis, kalau tidak cermat memanfaatkannya. Ilmu pengetahuan merupakan senjata yang utama dalam meningkatkan kehidupan dunia ini. Orang bisa mencapai kedudukan yang terhormat, kewibawaan, kemuliaan kalau memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi.

Dalam ajaran Tri Murti menurut agama Hindu, Sang Hyang Aji Saraswati adalah saktinya/kekuatan Sang Hyang Brahma. Beliau diwujudkan sebagai wanita cantik bertangan empat lengkap dengan berbagai atributnya antara lain: dua buah tangannya di depan masing-masing memegang wina dan kuncup teratai, dua buah tangannya di belakang memegang genitri dan cakepan. Disamping itu terdapat pula burung merak dan angsa. Dari kesemua atribut tersebut mempunyai makna yaitu :

1. Genitri adalah lambang bahwa ilmu pengetahuan itu tidak pernah berakhir sepanjang hidup dan tak akan pernah habis dipelajari.

2. Lontar/cakepan adalah lambang sumber ilmu pengetahuan

3. Wina/alat musik adalah mencerminkan bahwa ilmu pengetahuan dapat mempengaruhi rasa estetika/keindahan dari manusia.

4. Teratai sebagai stana / linggih Hyang Widhi.

5. Burung merak melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu agung dan berwibawa.

6. Angsa adalah simbul dari kebijaksanaan untuk membedakan antara yang baik dengan yang buruk. Dan juga angsa merupakan lambang kekuasaan di ketiga dunia (tri loka) karena ia bergerak di tiga unsur alam yaitu di air, darat maupun di udara.

Sehari setelah hari raya saraswati yaitu pada hari Minggu Paing wuku Sinta disebut Banyu Pinaruh. Pada hari ini barulah upacara Saraswati berakhir dengan tata cara sebagai berikut:

a. Asuci laksana yaitu pada pagi hari umat melaksanakan pensucian diri yaitu mandi dan keramas dengan air kumkuman (air yang berisi bunga-bunga yang wangi)

b. setelah selesai asuci laksana, kemudian menghaturkan nasi pradnyan, jamu sadrasa dan air kumkuman sebagai pasucian. Dilanjutkan dengan nunas air kumkuman lalu sembahyang dan matirta. Terakhir nunas labaan Saraswati yaitu nasi pradnyan dan loloh. Setelah itu barulah upacara di lebar/selesai.

Adapun makna / simbul dari nasi pradnyan itu adalah sebagai lambang kepintaran, dengan makan surudan nasi pradnyan seseorang diharapkan mendapatkan kepradnyanan / kepintaran. Sedangkan minum loloh merupakan lambang bahwa rasa pahit menyebabkan sehat dan bahagia. Jadi hal-hal yang pahit/sukar dihadapi waktu menuntut pengetahuan pada akhirnya akan menimbulkan kebahagiaan.

Hal yang paling penting dan harus kita petik hikmah dari setiap perayaan hari raya Saraswati ini adalah bukan hanya sekedar memperingati hari turunnya ilmu pegetahuan, tetapi lebih dari itu bahwa kita harus menginstropeksi diri seberapa banyak kita telah menggunakan atau memanfaatkan ilmu pengetahuan yang kita miliki guna peningkatan kwalitas spiritual diri sendiri maupun untuk kebahagiaan dan kesejahteraan orang lain. Dengan demikian kami sangat mengharapkan agar perayaan hari raya Saraswati kali ini mampu meningkatkan kesadaran bagi umat sedharma khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Karena itu ilmu pengetahuan itu bersifat suci, maka marilah kita bersama-sama berusaha untuk mempergunakan ilmu yang kita miliki kearah yang lebih baik.

Perayaan Hari Raya Saraswati kali ini yang bertepatan dengan perayaan Hari Natal bagi umat Nasrani, karena itu kami ucapkan Selamat Hari Natal bagi Umat Nasrani dan Selamat Hari Raya Saraswati bagi Umat Hindu, semoga dengan pelaksanaan Hari Saraswati ini kita mampu meningkatkan kesadaran dan kerukunan internal umat Hindu yang diawali oleh para tokoh-tokoh dan pemuka Agama Hindu yang menjadi panutan bagi umat Hindu secara menyeluruh.

Om Santih Santih Santih Om

Oleh : I Made Murdiasa, S. Ag