tajen_11JUDI dilarang dalam agama Hindu. Kitab suci Manawa Dharmasastra Buku IX (Atha Nawano dhyayah) sloka 221, 222, 223, 224, 225, 226, 227 dan 228 dengan jelas menyebutkan adanya larangan itu. Sloka 223 membedakan antara perjudian dengan pertaruhan. Bila objeknya benda-benda tak berjiwa disebut perjudian, sedangkan bila objeknya makhluk hidup disebut pertaruhan. Benda tak berjiwa misalnya uang, mobil, tanah, rumah dan sebagainya. Makhluk hidup misalnya binatang peliharaan, manusia, bahkan istri sendiri. Seperti yang dilakukan oleh Panca Pandawa dalam epos Bharatayuda ketika Dewi Drupadi dijadikan objek pertaruhan melawan Korawa. (lagi…)

bantenSahananing bebanten pinaka raganta tuwi,
pinaka warna rupaning Ida Bhatara,
pinaka andha buwana.
Sekare pinaka kasucian katulusan kayunta mayadnya,
Reringgitan tatuwasan pinaka kalanggengan kayunta mayadnya.
Raka-raka pinaka widyadhara widyadhari.
(Dipetik dari Lontar Yadnya Prakerti).

Maksudnya:

Semua banten lambang diri kita (manusia), lambang Kemahakuasaan Tuhan, lambang alam semesta. Bunga-bungaan lambang kesucian dan ketulusan melakukan Yadnya. Reringgitan dan tatuwasan (ukir-ukiran pada Banten) lambang kesungguhan pikiran melakukan Yadnya. Raka-raka (buah dan berbagai jajan perlengkapan banten) lambang para ilmuwan-ilmuwan sorga. (lagi…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.